Rabu, 03 Oktober 2018

Tulisan Eksposisi Dan Tulisan Argumentasi

Pengertian Tulisan Eksposisi




Tulisan eksposisi adalah suatu tulisan yang berupaya untuk memaparkan atau menerangkan sesuatu hal atau objek sehingga pembaca diharapkan dapat memahami hal atau objek tersebut dengan jelas.






















Contohnya:
Pembuatan Tempe
Proses pembuatan tempe terbitung sederhana,pertama-tama,cucii dahulu kacang kedelai yang hendak diolah menjadi tempe.Rendam tempe dalam air selama 18 jam,lalu kupaslah kulitnya.Setelah itu,kedelai dibilas dan direbus kembali dengan air. Setelah selesai,tiriskan kedelai diatas tampah lalu masukkan ragi kedalam biji kedelai secara merata.












Setelah merata,memasukan campuran kacang kedelai dengan ragi itu kedalam daun pisang atau kantong plastik dengan ketebalan sesuai dengan selera.Simpan tempe selama 2 hari di dalam tempat yang gelap,hingga kacang kedelai yang akan menjadi tempe itu pun tertutupi oleh jamur halus berwarna putih.











































Tulisan Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah sebuah paragraf yang gagasan bahasan dan ide pribadi.














Ciri-ciri paragraf argumentasi:
1.Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin mengenai topik yang dibahas;
2.memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik,dan lain-lain;
3.Menggali sumber ide dari pengamatan,pengalaman,dan penelitian;
4.Penjelasan dalam paragraf argumentasi disampaikan secara logis;
5.Penutup berisi kesimpulan.












Contohnya:

Musim Kemarau
Musim kemarau pada tahun ini adalah kemarau terparah dalam kurun 10 tahun terakhir.Hujan tidak turun selama 6 bulan mengakibatkan tanah dan sumber air menjadi kering.




Menurut BMKG,tahun ini hujan diprediksi akan turun pada bulan depan.Sedangkan menurut data yang disampaikan oleh BMKG tahun lalu,kemarau hanya terjadi selama 5 bulan.




Dengan demikian petani banyak yang merugi karena gagal panen karena tidak ada air yang mengalir sawah mereka.


Sebaiknya dimusim kemarau penjang ini setiap orang harus menghemat pemakaian air.Misalnya;ketika mandi,jangan sampai terlalu banyak dalam menggunakan air,karena itu akan sia-sia.Jika disia-siakan nanti kita akan menyesal sendiri ketika air itu sulit dan bahkan untuk di dapatkan untuk akibat kemarau panjang.Banyak yang
membutuhkan air untuk mengairi sawah mereka,tetapi mereka kesulitan dalam memdapatnya.




Dalam sisi lain,ada orang yang berkecukupan malah menghambur-hamburkan air.Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh jika lingkungan kotor,gersang,tidak ada banyak tumbuhan/pohon,maka riwayat tempat itu bakal terjadi kekeringan,begitu juga sebaliknya.Oleh karena itu,mari kita lebih selektif dan berpikir lebih maju dalam memanfaatkan suatu barang,dan juga mari kita jaga lingkungan alam Indonesia tercinta agar ekosistem di bumi ini damai kembali.



















2 komentar:

  1. lebih ditata kembali tulisannya. semangat berkarya :) kedepannya ditingkatkan lagi yahh

    BalasHapus
  2. sudah mantap, tapi tulisan tolong diperhatikan baik titik ,koma dan huruf kapital

    BalasHapus